Tutorial #8 : IoT (Internet of Thing) = Mengukur Suhu dan Kelembaban Mengunakan ESP8266 dan Android Phone

Assalamu’alaikum Sahabat semuanya, isemoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepada kita semuanya aamiiin. Ada permintaan dari pembaca untuk untuk dibuatkan tutorial terkait IoT = Internet of Things yang lagi booming belakangan ini yang dihubungkan dengan internet. Mungkin ada di antara sahabat yang baru denger ada yang sudah paham. Yap, secara singkat IoT adalah sebuah konsep yang bertujuan untuk lebih memanfaatkan jaringan Internet agar bisa menghubungkan dengan berbagai perlatan rumah tangga, industri, dan lain sebagainya, baik dengan PC, Smartphone ataupun dengan peralatan lain juga yang sejenis.

Nah kali ini kita akan mencoba membuat IoT tersebut, dimana pada tutorial ini kita akan memantau Suhu dan Kelembaban suatu tempat menggunakan Android, baik itu gudang penyimpanan, panel listrik, ruangan di rumah, mesin industri, dan lain sebagainya. Dengan kata lain kita bisa mamantau suhu dan kelembaban ini real time dimana saja menggunakan Android phone kita, dengan catatan data internetnya masih ada….. Heeeee777.

A. KOMPONEN YANG DIPERLUKAN

a. Arduino Uno (Boleh arduino yang lain Nano, Mini) : Link

b. Module Wifi ESP8266 : Link

c. Temperature & Humidity Sensor = DHT11 : Link

d. Resistor 1K = 3 Pcs

e. Resistor 10K = 1 Pcs

f. Laptop

g. Kabel koneksi

Read more

SIMULASI ARDUINO DENGAN SOFTWARE PROTEUS, TUTORIAL #6 (MENGUKUR JARAK DENGAN ULTRASONIC MENGGUNAKANN ARDUINO DAN ANDROID)

Assalamu’alaikum Sahabat semuanya, banyak sekali permintaan dan pertanyaan terkait masalah tutorial tentang ultrasonic, banyak masalah yang terjadi, ada yang sistemnya tidak berfungsi, ada error, dan juga ada beberapa yang tidak muncul nilai di aplikasi Arduino nya, oleh karena ini admin kali ini akan mencoba mereview dan reprogram terkait masalah ultrasonic tersebut. Adapun tutorial ultrasonic sebelumnya ada dilink berikut ini (Link)

Adapun beberapa permasalahan yang terjadi yang sudah dianalisa oleh admin :
1. Salah koneksi
2. Program Arduino copy paste, mengakibatkan kesalahan dalam tanda baca “ (tanda petik), jadi kalau ingin mengcopy paste pastikan tidak ada kesalahan dalam tanda baca, kedepannya setiap program akan admin kasih kode html atau filenya
3. Kalau masalah ketiga ini adalah tidak munculnya angka di aplikasi android, karena ukuran teks yang terlalu kecil, jadi pastikan ukuran hurufnya di perbesar untuk label hasil pengukuran ultrasonic (baca serial).
4. Untuk menghindari kesalahan no 3, admin akan coba untuk merubah program arduinonya ya, jadi silahkan simak tutorial lanjutan di bawah ini.

Bismillah kita mulai, seperti yang biasa kita lakukan, kali ini tutorial ultrasonic akan disajikan dengan simulasi, kebetulan admin lagi cuti, jadi agar mempermudah dan mempercepat penyajian, admin jelaskan dalam bentuk tutorial, yang intinya adalah sama system programming, koneksi dan testing nya.

Read more

SIMULASI ARDUINO DENGAN SOFTWARE PROTEUS, TUTORIAL #5 (TURN ON/OFF LED WITH ANDROID)

Assalamu’alaikum Sahabat, ada permintaan dari temen yang ingin dibuatkan tutorial untuk menyalakan Peralatan Listrik dengan Android via bluetooth, sebenarnya sudah pernah dibuatkan tutorialnya, tetapi kalau dulu hanya dicontohkan untuk 2 peralatan, adapun tutorial kali ini, kita akan menggunakan 4 peralatan, mudah-mudahan bisa membantu, sebenernya 1 arduino bisa untuk 13 peralatan, jadi apabila nanti ingin di tambahkan dari 4 maka tinggal tambah aja ya, program arduino nya (switch case nya) dan juga jangan lupa tambahkan program untuk androidnya.





 

Konsepnya adalah seperti diatas ya, jadi simple untuk simulasinya, tinggal kita siapkan library bluetooth, arduino, 4 led dan 4 resistor. Kalau ternyata bluetooth atau arduinona tidak ada di library, silahkan download dulu file library nya (klik disini)

Read more

SIMULASI ARDUINO DENGAN SOFTWARE PROTEUS, TUTORIAL #4 (TURN ON/OFF LED USINGPUSH BUTTON)

Assalamu’alaikum sahabat, sambil nunggu kerjaan di kantor, ga ada salahnya sharing ilmu lagi ya, melanjutkan tutorial simulasi dengan proteus, kali ini kita akan melanjutkan tutorial yang masih berkaitan dengan menyalakan LED, apabila kemarin kita munggunakan sistem toggle (lihat di sini), sekarang kita akan menggunakan tombol push button, 2 tutorial, ini sangat penting, sebelum kita menginjak ke tutorial selanjutnya yang lebih berbobot, yaitu menyalakan dan mematikan LED via bluetooth, tetap simulasi menggunakan proteus.

Bisa lihat diatas, rangkaian ini terdiri dari 4 led dan 4 push button, jadi setiap button berfungsi untuk menyalakan lampu masing masing, bisa saja 1 tombol untuk 2 lampu, atau 3 lampu, tergantung keinginan kita, tinggal modifikasi programnya.

[spoiler title=’Download Program Disini’ style=’purple’ collapse_link=’true’]File Fritzing = push button[/spoiler]

Ok, selanjutnya kita rangkai rangkainya diatas di dalam proteus, silahkan rangkai seperti gambar di bawah ini :

Kalau tidak mau report silahkan download file proteusnya di bawah ini.

[spoiler title=’Download File Proteus’ style=’purple’ collapse_link=’true’]File Proteus = push button and led proteus[/spoiler]

Setelah selesai merangkai maka kita lanjutkan dengan membuat program arduino nya, silahkan copy paste program di bawah ini :

[spoiler title=’Program Push Button dan LED’ style=’default’ collapse_link=’true’]

#include <SoftwareSerial.h>
#include<LiquidCrystal.h>
LiquidCrystal lcd(12, 11, 5, 4, 3, 2); 
SoftwareSerial mySerial(9, 10);

int sensor=A1;
float temp_read,Temp_alert_val,Temp_shut_val;
int sms_count=0,Fire_Set;


void setup()
{
  pinMode(sensor,INPUT);
  mySerial.begin(9600);   
  Serial.begin(9600);    
  lcd.begin(16,2);  
  delay(500);
}

void loop()
{
CheckFire();
CheckShutDown();
}

void CheckFire()
{
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("SYSTEM FIRE - ON");
Temp_alert_val=CheckTemp();
if(Temp_alert_val>45)

{
  Fire_Set=1; 
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("API! KIRIM SMS!");
while(sms_count<3) //Jumlah SMS yang akan dikirim
{  
SendTextMessage(); // Fungsi untuk mengirim AT Command ke GSM SM800 module
}

}
}


float CheckTemp()
{
temp_read=analogRead(sensor); // perintah  membaca output dari sensor LM35 (Vout of LM35)
temp_read=temp_read*5;    // Konversi pembacaan sensor ke temperatur
temp_read=temp_read/10;  // memasukan nilai desimal
return temp_read; // mengembalian derajat temperature ke celcius
}



void CheckShutDown()
{
if(Fire_Set==1)
{

Temp_shut_val=CheckTemp();
if(Temp_shut_val<28)
{
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("ADA KEBAKARAN! PADAMKAN");
sms_count=0;
Fire_Set=0;
}}}

void SendTextMessage()
{
  mySerial.println("AT+CMGF=1");    //kirim sms dalam mode teks
  delay(2000);
  mySerial.println("AT+CMGS=\"+628112346351\"\r"); // ganti no sesuai yang diinginkan
  delay(2000);
  mySerial.println("ADA API DI KANTORNYA BU LIA");//isi sms
  delay(200);
  mySerial.println((char)26);// karakter untuk stop
  delay(5000);
   mySerial.println("AT+CMGS=\"+628112346351\"\r"); // ganti no sesuai yang diinginkan
  delay(2000);
  mySerial.println("ADA API DI KANTORNYA BU LIA");//isi sms
  delay(200);
  mySerial.println((char)26);//karakter untuk stop
  delay(5000);
  sms_count++;
}

[/spoiler]

Kalau pingin install, mangga disedot filenya di spoiler bawah ini :

[spoiler title=’File Arduino’ style=’purple’ collapse_link=’true’]Download file arduino : push_button_arduino[/spoiler]

Kalau senjatanya sudah siap, seperti biasa tinggal buka proteusnya –> klik 2 kali arduino unonya –> arahkan program url kefile hex hasil compile program arduino.

Selamat Mencoba Ya.  Untuk lebih detail silahkan lihat video di bawah ini :

[stextbox id=’info’]Admin masih dalam tahap belajar, untuk saran, kritik, dan pertanyaan silahkan hubungi email trisnainvest@gmail.com atau WA di 08228-105-8307[/stextbox]

 

LANJUTAN SISTEM PENGAMAN RUMAH DENGAN LASER (BAG 2 = BLUETOOTH & ANDROID)

Assalamu’alaikum Sahabat semuanya, semoga antum semua dalam keadaan baik. In Shaa Allah kali ini admin akan mencoba untuk melanjutkan tutorial sebelumnya tentang pengaman rumah menggunakan laser (klik di sini) , dimana sistem laser yang lama dikembangkan untuk di koneksikan dengan ANDROID menggunakan Bluetooth.

Gambar diatas adalah ilustrasinya, dan  karena banyak permintaan dari teman-teman yang ingin dibuatkan alatnya, maka saya coba buat box simple, sehingga setiap orang bisa memasang sendiri sistem ini dirumah. Boxnya seperti dibawah ini :

[huge_it_slider id=”12″]

 

 

 

 

Box yang ini untuk 2 pasang sensor LDR detection + Bluetooth + 1 Contact untuk speaker atau buzzer.

Adapun cara kerja dari sistem ini adalah simple, seperti Judulnya Laser Home Security yang artinya Sistem Pengaman Rumah dengan Laser (Pointer), maka alat ini difungsikan untuk menjaga rumah kita dari Pencuri. Contoh yang ditampilkan di dalam video adalah di dalam rumah, aktualnya bisa juga dipasang untuk diluar area, di sekitar pagar, garasi, dan lain sebagainya. Prinsip kerjanya menggunakan sensor LDR atau Photoresistor yang disinari oleh laser (pointer), ketika LDR ini tersinari maka akan ada perbedaaan tegangan, perbedaan tegangan itu di tangkap atau di baca oleh Arduino dan diproses dengan menggunakan program perbandingan, dimana jika nilai perbedaan tegangan itu Lebih kecil dari yang kita tentukan maka arduino memerintahkan Speaker/Buzzer/Bel untuk berbunyi.

Dengan kata lain, pada normalnya LDR ini senantiasa di sinari oleh Laser (pointer), pada saat sinar tersebut terputus (ada orang yang melintas), artinya LDR tidak tersinari sehingga ada perubahan tegangan maka Arduino akan memberikan perintah untuk menyalakan Speaker/Buzzer/Bel berbunyi.

Adapun untuk pemasangannya adalah sangat simple, pastikan bahwa sinar berada diantara jendela atau pintu, karena kita berasumsi pencuri memasuki rumah melewati jendela atau pintu. Dan pastikan bahwa LDR senantiasa tersinari oleh Laser (Pointer).

Untuk alat yang ditampilkan disini menggunakan tambahan bluetooth agar bisa berkomunikasi dengan android, karena apa, karena ada kalanya kita akan keluar rumah dan kita bisa sistem alarmnya dari luar.

Untuk rangkainnya sama seperti tutorial sebelumnya, adapun untuk program androidnya sama seperti postingan sebelumnya yaitu tentang menyalakan lampu atau peralatan rumah (Klik Di sini).

Bagaimana cara bekerja alat ini, silahkan lihat videonya dibawah ini ya..

 

Berlanjut………………….

 

[stextbox id=’info’]Admin masih dalam tahap belajar, untuk saran, kritik, dan pertanyaan silahkan hubungi email trisnainvest@gmail.com atau WA di 08228-105-8307[/stextbox]

 

SIMULASI ARDUINO DENGAN SOFTWARE PROTEUS, TUTORIAL #3 (TOGGLE USING PUSH BUTTON)

Assalamu’alaikum Sahabat, kali ini admin masih akan menampilan tutorial tentang arduino, masih berkaitan dengan lampu LED, tapi kali ini admin menambahkan dengan push button.

[huge_it_slider id=”11″]

 

 

Push button ini sifatnya momentary atau sementara karena ada spring (per) di dalam , dimana ketika tombol ini di tekan maka akan bernilai 1 (ON), tetapi ketika dilepas maka kembali ke posisi semula dan bernilai 0 (OFF). Biasanya push button ini digunakan untuk reset sistem, dan sistem yang menggunakaan keep relay. Tetapi kali ini, kita akan gunakan push button ini untuk menjadi tombol toggle. Contoh penggunakan tombol toggle adalah sakelar lampu.

[huge_it_slider id=”10″]

 

 

 

OK kita mulai ya,

  1. Silahkan rangkai rangkaian dengan proteus seperti gambah di bawah ini.

2. Kemudian buat program di Arduino App

[spoiler title=’Salin Kode’ style=’lime’ collapse_link=’true’]

int button = 3;
int lampu = 12 ;
int status = false;

void setup(){ 
pinMode(lampu, OUTPUT); 
pinMode(button, INPUT_PULLUP);
}

void loop(){ 
if (digitalRead(button) == true) { 
status = !status; 
digitalWrite(lampu, status); 
} while(digitalRead(button) == true); 
delay(50);
}


[/spoiler]

3. Kemudian Compile dan jangan copy address/alamat hasil compilenya

4.  Kembali ke proteus, dan klik 2 x arduino kemudian, kemudian arahkan program file ke address yang sudah kita copy (ctrl + c) di langkah 3, kemudian jalankan simulasinya. Insha Allah jalan.

Untuk Detail, lihat videonya ya dibawah ini.

 

 

[stextbox id=’info’]Admin masih dalam tahap belajar, untuk saran, kritik, dan pertanyaan silahkan hubungi email trisnainvest@gmail.com atau WA di 08228-105-8307[/stextbox]

 

SIMULASI ARDUINO DENGAN SOFTWARE PROTEUS, TUTORIAL #2 (TRAFFIC LIGHT LED)

Assalamu’alaikum Sahabat, setelah kita mulai dengan tutorial tentang led blinking, kali ini admin akan menambahkan tutorial ke 2, yang masih berkaintan dengan lampu Led, tapi kali ini agak sedikit beda, karena kita akan menggunakan 3 buah lampu led. Yap, karena kita akan coba membuat lampu lalulintas, yang terkenal dengan tiga warnanya, Merah, Kuning, dan Hijau.

Rangkaiannya seperti diatas, dan program yang akan kita buat seperti gambar dibawah ini, dimana yang pertama Lampu merah menyala selama 5 detik, kemudian lampu kuning nyala 2 detik bersama lampu merah, kemudian secara berbarengan lampu merah dan kuning mati tapi warna hijau nyala selama 5 detik, dan kemudian lampu hijau mati, lampu kuning nyala selama 2 detik, dan kembali seperti awal, lampu merah nyala 5 detik dan seterusnya. Paham ya…..

Untuk video lengkapnya silahkan buka dibawah ini :

Untuk langkah-langkahnya silahkan lihat di Tutorial #1 <here>  , maksudnya cara membuka proteus dan membuka library serta membuka program arduino dan mengcompilenya.

Adapun programnya adalah sebagai berikut.

[spoiler title=’KLIK UNTUK MELIHAT PROGRAM’ style=’orange’ collapse_link=’true’]

// SOAL 2 - LAMPU LALULINTAS
int ledDelay = 5000; // delay in between changes
int redPin = 10;
int yellowPin = 9;
int greenPin = 8;
void setup() {
pinMode(redPin, OUTPUT);
pinMode(yellowPin, OUTPUT);
pinMode(greenPin, OUTPUT);
}
void loop() {
digitalWrite(redPin, HIGH);  // Lampu Merah On
delay(ledDelay);             // Tunggu 5 Detik
digitalWrite(yellowPin, HIGH); // Lampu Kuning On
delay(2000);                   // Tunggu 2 Detik
digitalWrite(greenPin, HIGH); // Lampu Hijau On
digitalWrite(redPin, LOW);    // Lampu Merah Off
digitalWrite(yellowPin, LOW); // Lampu Kuning Off
delay(ledDelay);               // Tunggu 5 Detik
digitalWrite(yellowPin, HIGH); // Lampu Kuning On
digitalWrite(greenPin, LOW); // Lampu Hijau Off
delay(2000);                  // Tunggu 2 Detik
digitalWrite(yellowPin, LOW); // Lampu Kuning Off
// MULAI LOOPING
}

[/spoiler],

Oke selamat mencoba ya..

[stextbox id=’info’]Admin masih dalam tahap belajar, untuk saran, kritik, dan pertanyaan silahkan hubungi email trisnainvest@gmail.com atau WA di 08228-105-8307[/stextbox]

 

SIMULASI ARDUINO DENGAN SOFTWARE PROTEUS, TUTORIAL #1 (LED BLINKING)

Akhir-akhir ini banyak teman-teman yang ingin belajar pemograman arduino, mereka tertarik untuk belajar arduino karena sangat mudah dan murah, apalagi banyak modul siap pakai (shield) yang bisa di integrasikan langsung dengan arduino, tetapi mungkin perlu biaya yang tidak sedikit apabila kita ingin mencoba semua shield tersebut.

Oleh karena itu, kalau hanya sekedar mencoba, maka kita bisa lakukan simulasi menggunakan komputer, cara ini lebih cepat dan murah, jadi kita tidak takut salah koneksi ataupun salah program (sering flash) yang bisa merusak arduino kita. Setelah dipastikan selesai maka baru kita beli alat alat yang kita perlukan.

Oke kita langsung aja ya, adapun yang perlu kita siapkan adalah sebagai berikut :

  1. LAPTOP/PC, lebih bagus yang ada bluetoothnya, kalau tidak ada bisa beli dongle terpisah, karena kita juga bisa simulasi dengan android melalui bluetooth.
  2. Software Arduino, klik link ini untuk mendownload //www.arduino.cc/en/Main/Software
  3. Software Proteus, klik disini untuk dowload versi demo //www.labcenter.com/downloads/
  4. Download Library untuk proteus : Arduino & Bluetooth
  5. Kemauan dan semangat baja.

Setelah selesai kita mulai,….. Bismillah

Admin menganggap sahabat sudah bisa install ke dua program tersebut. Adapun untuk memasukan Library akan di jelaskan pada tutorial ini.

SOAL 1 : LAMPU BLINKING

 

Yang pertama akan kita lakukan adalah membuat rancangan atau sequence di Proteus.

  1. Buka Program Proteus untuk pertama kali
  2. Pilih New Project
  3. Pilih Landscape A4
  4. Next
  5. Ini tampilan kerja Proteus, kemudian klik Library, dan cari Arduino Uno dan Led Animated.
  6. Rangkai Seperti ini, Kita Pilih Pin 13
  7. Setelah selesai, Save dan buka program arduino
  8. Ketik Program seperti dibawah ini[spoiler title=’Klik Disini untuk lihat kode’ style=’default’ collapse_link=’true’]
    void setup() {
      // put your setup code here, to run once:
    pinMode (13, OUTPUT); //menjadikan pin 13 menjadi Output
    }
    
    void loop() {
      
      // put your main code here, to run repeatedly:
    digitalWrite (13, HIGH); // Lampu Nyala
    delay (1000); // Keep 1 Detik
    digitalWrite (13, LOW); // Lampu Mati
    delay (1000); // Keep 1 Detik
    }
    
    

    [/spoiler]

  9. Sebelum compile, karena kita hanya akan melakukan simulasi, maka kita harus aktifkan
  10. Compile = Klik tanda centang
  11. Setelah di compile, akan temporary drive penyimpanan, silahkan sorot dan klik ctrl + c (copy)
  12. Kembali keproteus, Klik 2 x arduino uno
  13. Klik Program file, arahkan ke folder yang td sudah di copy, pilih yang extension .hex lalu Open
  14. Klik Tombol Play di pojok kiri bawah
  15. Jreng, apabila tidak ada masalah makan dilayar lampu led akan mati hidup (blinking)

 

Selamat mencoba,  tunggu Tutorial 2 nya ya….

Note : Maaf gambar screenshotnya kurang bagus, lihat video untuk detail

[stextbox id=’info’]Admin masih dalam tahap belajar, untuk saran, kritik, dan pertanyaan silahkan hubungi email trisnainvest@gmail.com atau WA di 08228-105-8307[/stextbox]

 

 

 

 

SEJARAH ARDUINO

Assalamu’alaikum Sahabat, mungkin di web ini, admin banyak bicara masalah arduino, membuat tutorial tentang arduino, karena kebetulan memang hobby sistem kontrol, karena sejalan dengan pekerjaan admin di bidang Power Plant (IPP), dimana sering berhadapan dengan SCADA, DCS, PLC, Dedicated control, dan juga sistem informasi jarak jauh. Kalau bicara SCADA, DCS, PLC scopenya hanya terbatas untuk kalangan engineer di power plant. Oleh karena itu admin lebih senang membahas tentang arduino, yang bisa di jangkau oleh semua kalangan.

SEJARAH ARDUINO

Mengutip dari wikipedia.org. diketahui bahwa arduino berawal dari thesis Hernando Barragan, di institute IvreaItalia pada tahun 2005, dikembangkan oleh Massimo Banzi dan David Cuartielles dan diberi nama Arduin of Ivrea. Lalu diganti nama menjadi Arduino yang dalam bahasa Italia berarti teman yang berani.

[stextbox id=’info’ caption=”]Adapun tujuan dari mereka untuk membangun arduino sangatlah mulia, dimana mereka desain arduino dengan harga murah dan mudah di gunakan untuk berbagai kalangan, terutama untuk para siswa yang ingin belajar membuat perangkat robotika, kontrol dan lain sebagainya. [/stextbox]

Sampai sekarang, arduino sangat berkembang dengan cepat, untuk saat ini pengembangan terus dilakukan oleh Massimo Banzi, David Cuartielles, Tom Igoe, Gianluca Martino, David Mellis, dan Nicholas Zambetti. Mereka mengupayakan 4 hal dalam Arduino ini, yaitu:

  1. Harga terjangkau
  2. Dapat dijalankan diberbagai sistem operasi, Windows, Linux, Max, dan sebagainya.
  3. Sederhana, dengan bahasa pemograman yang mudah bisa dipelajari orang awam, bukan untuk orang teknik saja.
  4. Open Source, hardware maupun software

Sampai saat sudah di buat berbagai jenis-jenis Arduino. Mulai dari yang paling mudah dicari dan paling banyak digunakan, yaitu Arduino Uno & Nano. Hingga Arduino yang sudah menggunakan ARM Cortex, berbentuk Mini PC. Dan sudah ada ratusan ribu Arduino yang digunakan di gunakan di dunia pada tahun 2011.

Arduino ini juga sudah banyak dipakai oleh perusahaan besar. Contohnya Google menggunakan Arduino untuk Accessory Development Kit, NASA memakai Arduino untuk prototypin, ada lagi Large Hadron Colider memakai Arduino dalam beberapa hal untuk pengumpulan data. Dan banyak yang bertanya juga Arduino ini menggunakan bahasa pemograman apa? Arduino sebenarnya menggunakan bahasa C, yang sudah disederhanakan. Sehingga orang awam pun bisa menjadi seniman digital, bisa mempelajari Arduino dengan mudahnya…

Arduino adalah pengendali mikro single-board yang dibuat bersifat open-source, dalam bahasa mudahnya arduino bisa kita modifikasi sesuka kita, diturunkan dari Wiring platform, sehingga diharapkan setiap rancangan arduino dapat memudahkan kita untuk mengintegrasikan peralatan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri (bahasa C).
Sesuai dengan tujuan pembuatannya, arduino dibuat dengan konsep murah dan mudah, selain itu ada beberapa kelebihan lain dari arduino, yaitu  :
  • Sudah ada bootloader untuk menangani download program dari komputer ke arduino (flash), jadi tidak perlu lagi perangkat chip programmer.
  • Memiliki port USB, sehingga memudahkan komunikasi antara arduino dengan PC/Laptop.
  • Banyak sekali disediakan library-library yang sudah jadi, sehingga bisa mempercepat proses pemograman.
  • Memiliki modul siap pakai (shield) yang bisa ditancapkan pada board Arduino. Misalnya shield GPS, Ethernet, SD Card, dll
1 2 3